UU Persatuan Pas-UMNO itu wajib, bukan sunat: Khairuddin
Berita

UU Persatuan Pas-UMNO itu wajib, bukan sunat: Khairuddin

SHAH ALAM – Anggota DPR Kuala Nerus, Datuk Dr Mohd Khairuddin Aman Razaliber mengatakan undang-undang itu untuk menyatukan Pas dan UMNO dalam hal syarak wajib dan bukan sunat.

Ia yang baru saja diberhentikan sebagai anggota Panitia Pas Pusat (AJK) pada Jumat mengatakan, sudah menjadi tanggung jawab pemimpin untuk mempererat dan memupuk persatuan kedua pihak melalui Muafakat Nasional (MN).

“Adalah tanggung jawab para pemimpin untuk memperkuat dan memelihara persatuan yang telah berhasil dibangun karena persatuan umat Islam dari dua kelompok besar ini melebihi empat juta anggota. Dalam hukum Islam, adalah wajib untuk berlatih bukan sunat.

“Mereka yang berusaha menghancurkan persatuan anggota dua partai Islam Melayu itu tentu mereka yang mementingkan diri sendiri dan memiliki keinginan duniawi, bukan untuk kepentingan rakyat,” katanya dalam sebuah posting di Facebook-nya pada hari Jumat.

Pemberhentian Mohd Khairuddin dari jabatannya sebagai anggota Komite Sentral PAS dikukuhkan oleh Presiden PAS, Tan Sri Abdul Hadi Awang pada hari Jumat.

Namun Abdul Hadi menolak berkomentar saat ditanya penyebab sebenarnya dari pencopotan Mohd Khairuddin yang juga mantan Menteri Perindustrian, Perkebunan dan Komoditas itu.

Sementara itu, kata Mohd Khairuddin, MN yang ditandatangani pada 14 September 2019 telah berhasil mendamaikan dua kelompok Muslim Melayu yang telah ‘berperang’ lebih dari 41 tahun sejak 1978 karena politik.

“Banyak yang menangis dengan rasa syukur atas persatuan ini.

“Ini bukan masalah persatuan pemimpin karena pemimpin politik, meski berkelahi, masih bisa duduk di meja makan dan minum dengan senyum dan tawa, tetapi melibatkan hubungan yang lurus dan tulus antara anggota marhaen dan partainya masing-masing,” katanya. dikatakan.

Posted By : keluaran hk hari ini tercepat