Parpol mulai memperhatikan integritas caleg
Khas

Parpol mulai memperhatikan integritas caleg

SHAH ALAM – Parpol-parpol besar tanah air kini terlihat mulai menekankan pentingnya aspek integritas para caleg yang mewakilinya untuk berlaga di Pemilihan Umum (GE).

Anggota DPR Merbok, Nor Azrina Surip mengatakan, perkembangan itu bisa dilihat melalui seleksi calon-calon yang terpilih untuk berlaga pada Pemilihan Umum Negara (PRN) lalu, termasuk yang dipilih oleh partai utama Barisan Nasional (BN).

“Kalau kita lihat mereka yang bertanding di Melaka, dia (BN) sedang mencari calon yang lebih berintegritas. Kami melihat banyak calon wajah baru dan begitu juga yang muda.

“Jadi kalaupun GE datang, saya kira partai lama pun akan mencari calon yang bersih karena tidak mau menghadapi risiko negatif jika yang terpilih dinodai isu korupsi, misalnya. Jadi itu pertanda baik,” katanya.

Hal itu dikatakannya saat etika menjadi panelis program Kompas Rasuah Busters bertajuk ‘PRN Melaka Bayangan PRU15?’ digelar di Kompleks Karakraf, Rabu.

Turut hadir dalam acara yang dipandu oleh Dr G Manimaran ini adalah Presiden Asosiasi Pengguna Siber Malaysia, Siraj Jalil dan Rekan Peneliti Pusat Studi Demokrasi dan Pemilihan, Universitas Malaya, Profesor Dr Awang Azman Awang Pawi.

Lebih lanjut, Nor Azrina yang juga Anggota DPR dari Parti Keadilan Rakyat (PKR) mengatakan, pemilih kini juga terlihat menentukan pilihan berdasarkan kredibilitas calon dan bukan partai politik yang diwakili calon.

“Makanya kita lihat dari PRN Melaka, mereka cukup hati-hati dalam menerjunkan calon. Saya melihat kriteria yang ditekankan adalah integritas calon terpilih. Ini karena parpol sadar pemilih sudah melek huruf,” ujarnya.

Sementara itu, kata Nor Azrina, upaya pemberantasan korupsi secara tuntas memang merupakan tugas yang cukup menantang karena dipandang cukup mengakar di beberapa kelompok masyarakat di Malaysia.

Ia menuturkan, pengalamannya terlibat langsung dalam PRN Melaka juga mengungkapkan kepadanya bahwa gejala korupsi berupa suap untuk memenangkan suara masih terjadi.

Dia mengaku masih ada pihak yang menawarkan suap dalam bentuk uang tunai untuk mendapatkan dukungan dari pemilih.

“Jadi ada partai yang menawarkan RM500 untuk satu suara. Ini karena mereka tahu kami punya nama yang sudah mendukung kami, jadi dia memberikan uang tunai, ”katanya.

Selain itu, kata dia, pengalamannya bekerja sebagai wakil rakyat juga menemukan banyak kontraktor yang mendekatinya untuk meminta proyek dengan cara yang tidak tepat.

Posted By : pengeluaran hk hari ini 2021 live tercepat