Cara menegur aurat kerabat saat hari raya di desa
Lifestyle

Cara menegur aurat kerabat saat hari raya di desa

SETIAP Hari Raya Idul Fitri, warga kota akan kembali ke kampung halaman.

Kalau bukan desa, kami pasti akan berkumpul di rumah orang tua atau kerabat kami.

Saat itulah semua saudara, ipar, biras dan sepupu berkumpul untuk merayakan Idul Fitri bersama.

Bahkan dalam sebuah keluarga, batas aurat tetap perlu dijaga apalagi jika ada mertua, saudara, dan sepupu yang duduk dalam satu atap.

Terkadang ada yang salah dengan itu.

Cara apa yang bisa kita gunakan untuk menegur dan menasehati anggota keluarga kita untuk menjaga auratnya dan sekaligus menjaga hati orang yang lebih tua dari kita?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, sebenarnya Islam telah menggariskan batasan aurat bagi laki-laki dan perempuan.

Setiap muslim wajib menjaga aurat dan kehormatannya dimanapun dia berada.

Aurat adalah bagian tubuh yang tidak dapat diperlihatkan dan diperlihatkan oleh seorang laki-laki atau perempuan kepada orang lain.

Firman Allah SWT: “Dan perintahkan kepada wanita-wanita yang beriman untuk menahan pandangannya (dari melihat yang haram) dan menjaga kemaluannya; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan mereka kecuali apa yang tampak dari mereka; dan hendaklah mereka menutup tengkuknya. dari pakaian mereka yang berjilbab dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasannya kecuali kepada suami atau ayah mereka atau ayah mertua mereka atau anak-anak mereka atau anak-anak tiri mereka atau saudara-saudara lelaki mereka atau anak-anak dari saudara laki-laki mereka atau anak-anak dari saudara laki-laki mereka. saudara perempuan, atau wanita muslimah, atau hambanya, atau pencari nafkah laki-laki yang sudah tua dan tidak menginginkan wanita, atau anak-anak yang belum memahami aurat wanita, dan janganlah mereka menyentuh kaki agar orang tahu apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan jadilah “Bertobatlah kamu semua kepada ALLAH, hai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (Surat al-Nur, ayat 31)

Berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an, para ulama menetapkan hukum wajib menutup aurat bagi laki-laki dan perempuan.

Oleh karena itu, aurat harus dijaga agar tidak terlihat dan dilihat oleh orang lain dalam situasi apapun.

Selain itu, kita juga perlu menjaga pandangan agar tidak melihat aurat orang lain.

Saat kita kembali ke kampung untuk merayakan Hari Raya, tidak dipungkiri terkadang ada yang salah dalam hal pembatasan aurat.

Jadi, harus dicegah dengan kebijaksanaan dan sesuai dengan kemampuan yang ada.

Sebagaimana sabda Nabi SAW: “Barangsiapa di antara kamu melihat keburukan, maka hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya, jika dia tidak mampu maka dengan perkataannya, jika dia tidak mampu maka dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya iman. .” (Sejarah Muslim)

Di antara metode yang dianggap tepat untuk menegur:

1. Menyampaikan pesan kepada anggota keluarga yang paling berpengaruh seperti ayah atau anak sulung dalam keluarga untuk menasehati dan mengambil tindakan atas masalah tersebut.

2. Pisahkan tempat dan buat pembatas antara laki-laki dan perempuan antara sepupu, ipar dan biras untuk menjaga auratnya, terutama saat berganti pakaian, tidur dan sebagainya.

3. Mengirimkan tazkirah yang berkaitan dengan aurat yang perlu dijaga batinnya grup WhatsApp keluarga dan saudara-mara.

4. Buka topik pembicaraan antar kerabat terkait aurat dan tingkatkan kesadaran mereka untuk menjaganya.

5. Menghadirkan kepada kerabat yang tidak menutup auratnya dengan baju branded agar termotivasi untuk memakainya.

Semoga ALLAH senantiasa memberikan taufik dan hidayah kepada kita dan keluarga kita untuk terus beramal dan mentaati perintah-Nya.

(Sumber: Al-Kafi #1218: Tata Cara Menegur Aurat Kerabat Saat Hari Raya di Desa, Situs Resmi Mufti Wilayah Federal)

Posted By : nomor yang akan keluar malam ini hongkong