Banjir: Petani ikan kehilangan RM5,6 juta
Edisi

Banjir: Petani ikan kehilangan RM5,6 juta

KUANTAN – Para pembudidaya perikanan di Pahang yang terkena dampak banjir diminta segera maju ke depan untuk membuat laporan semua kerugian yang diderita di Dinas Perikanan negara bagian itu.

Direktur Departemen Perikanan Pahang Abdullah Jaafar mengatakan hal itu untuk memungkinkan mereka menerima bantuan dari Dana Bencana Pertanian (TBP) dari Kementerian Pertanian dan Industri Pangan (MAFI) karena kerugian.

Menurut dia, total 251 petani akuakultur menderita kerugian RM5,6 juta berdasarkan laporan yang diterima sejauh ini.

“Jika kita memasukkan jumlah pembudidaya ikan yang terdaftar sebanyak 1.700 orang dan hingga Jumat kita baru menerima 251 laporan kerugian yang diderita akibat banjir yang baru saja terjadi.

“Jadi, kami juga meminta petani yang terkena dampak untuk segera melapor dan memungkinkan bantuan untuk disalurkan kepada mereka setelah penilaian dan peninjauan kerusakan dilakukan,” katanya saat dihubungi, Sabtu.

Ia menginformasikan, sebagian besar pembudidaya yang mengalami kerugian besar di Kecamatan Temerloh, Jerantut, Lipis, Maran dan Pekan.

Ia menjelaskan, sebagian besar keramba ikan di sepanjang Sungai Pahang di beberapa kabupaten rusak setelah terbawa arus air deras selain pohon tumbang.

Ditambahkannya, selain itu, para petani juga mengalami kerugian akibat rusaknya gudang pakan ikan dan matinya ikan, termasuk ikan yang lolos ke Sungai Pahang.

Beberapa kebun ikan juga terkena, antara lain tambak ikan yang dipelihara dan dikelola masyarakat di Perkebunan Ikan Rawa Chempaka seluas 15 hektar; Kebun Ikan Rawa Lanar (25 hektar) dan Kebun Ikan Rawa Lubuk Kawah (31 hektar) di Temerloh juga terendam. .banjir menyebabkan ikan-ikan melarikan diri dan keluar dari danau.

“Oleh karena itu, kami berharap jumlah kerugian sebenarnya lebih tinggi yang melibatkan semua kabupaten setelah pengaduan dan penilaian dilakukan terhadap kerusakan keseluruhan setelah ini,” katanya.

Terkait hal ini, kata Abdullah, produksi perikanan budidaya dan perikanan sungai di Pahang merupakan yang tertinggi di Pantai Timur.

Dia mengatakan produksi diperkirakan mencapai 15.000 ton senilai lebih dari RM246 juta untuk budidaya.

Posted By : totobet